Cari ??

Monday, February 26, 2018

BBQ DAN GYUDON HALAL PERTAMA DI TOKYO

Menikmati olahan kuliner Jepang tentunya merupakan salah satu tujuan utama para turis mancanegara mengunjungi negara sakura ini; dan barangkali merupakan pengalaman yang kamu nanti-nantikan. Disamping hidangan khas Jepang seperti sushi, kue dorayaki, nasi onigiri dan macam-macam makanan lainnya, ada satu hidangan yang menjadi buruan para turis di Jepang; yakni gyudon. Panganan ini terkenal dengan kesederhanaan dan sangat cocok dimakan sebagai menu makan siang kamu. Pada dasarnya, hidangan ini terbuat dari semangkuk nasi yang diberi irisan daging sapi dan bawang bombai diatasnya; tidak lupa juga disajikan dengan siraman saus manis yang terbuat dari dashi (kaldu ikan dan rumput laut), kecap dan mirin(produk olahan beralkohol dari beras). Karena adanya kandungan alkohol dalam mirin ini, gyudon menjadi haram hukumnya untuk umat muslim. Bukan hanya itu saja, seringkali para pembuat gyudon mencampurkan sedikit minyak babi ke dalam panganan ini untuk memperkaya citarasanya; yang jelas-jelas haram untuk dikonsumsi. Demikian pula dengan saus yang digunakan dalam BBQ, seringkali mengandung bahan-bahan yang haram.
Namun, kamu tidak perlu berkecil hati; karena di Restoran Gyumon, kamu dapat menikmati sajian gyudon dan BBQ halal pertama di sekitaran ibukota Jepang ini.
Imagesource : www.google.maps.com 

Beralamat lengkap di Tokyo, Shibuya, 3-14-5, berdekatan dengan stasiun shibuya membuat restoran ini jamak dikunjungi. Sehingga kamu dapat menjadikan tempat ini sebagai destinasi utama ketika kamu sudah capek berkeliling dan berbelanja di stasiun shibuya, karena selain letaknya yang dekat –hanya memakan 5-10 menit perjalanan, jam buka dari restoran ini pun sangat kooperatif dengan tujuan wisatamu. Restoran yang buka pada waktu makan siang dan pukul 17.00-04.00 (waktu setempat) di hari senin-kamis, dan pukul 17.00-23.00 di hari sabtu-minggu ini mulai berkancah di bisnis makanan halal sejak tahun 2011; dan telah mengantongi sertifikasi Japan Halal Standart (standarisasi pengolahan dan penyajian makanan halal) dari lembaga sertifikasi yang berkedudukan di Malaysia. Sehingga kamu tidak perlu ragu ketika menyantap sajian-sajian yang dihidangkan di restoran ini.

Imagesource : kelilingjepang, via instagram

Apabila kamu mengunjungi tempat ini di jam makan siang, kamu dapat memesan 1 set Gyudon   halal seharga 1000 yen. Selain menggunakan topping yang lazim ditemui, kamu dapat mengganti topping dengan bahan-bahan seperti onsen tamago (kuning telur setengah matang) dan mie shirataki (cocok bagi kamu yang sedang menjalani diet karbohidrat). Kamu juga dapat meminta tambahan topping seperti beni shoga (acar dari jahe) atau shichimi (bubuk cabai). Selain itu, terdapat 3 jenis set BBQ yang ditawarkan gyumon kepada para pelanggannya, dan jangan lupa, setiap porsi dari set ini hanya berlaku untuk satu orang. Dengan harga yang bervariasi dari 3000-4000 yen kamu dapat menikmati daging-daging yang berbeda; seperti daging ayam, daging bahu sapi (shoulder meat), daging punggung belakang (round meat), atau daging iga sapi (rib loin) untuk kemudian dipanggang bersama sepiring salad, semangkuk nasi, dan minuman.

Imagesource : www.halalmedia.jp

Daging-daging yang ditawarkan di Gyumon telah mendapatkan sertifikasi halal dan bebas dari penyakit. Dalam proses distribusinya, daging-daging tersebut tidak dicampurkan dengan daging-daging yang haram dan menggunakan truk khusus. Selain itu, koki yang mengolah makanan di Gyumon merupakan seorang muslim dan menggunakan seperangkat peralatan yang hanya dipergunakan untuk mengolah bahan-bahan halal dan tidak dicampurkan dengan bahan-bahan lainnya. Dan karena hal itu, restoran ini menjadi terkenal dan merupakan magnet bagi kaum muslim di Tokyo, terbukti dari presentase pengunjung muslim yang mencapai angka 50% setiap harinya.
Sedikit tips, apabila kamu ingin mengunjungi restoran ini, usahakan untuk datang seawal mungkin agar kamu mendapatkan tempat yang sesuai dengan seleramu.

Apakah Anda ingin berkeliling dunia?
Cari semua kebutuhan Anda untuk bepergian di satu tempat secara gratis dengan aplikasi Megatamatours.com! atau kunjungi http://www.megatamatours.com dan temukan produk tur, hotel, tiket penerbangan terbaik di sini.



Tuesday, February 20, 2018

MENELUSURI SEJARAH PERADABAN ISLAM DI GRANADA DAN CORDOBA, SPANYOL

Bagi seorang muslim yang akrab dengan wilayah Arab dan Timur Tengah, kunjungan ke Spanyol ternyata bisa menjadi sebuah perjalanan ziarah. Namun, berbeda dengan ziarah ke tanah suci Mekah, wisata religius di Spanyol akan membangkitkan emosional yang berbeda karena kejayaan Islam di wilayah tersebut telah berakhir.
Ada beberapa jejak peradaban Islam yang bisa kamu telusuri di Spanyol, tapi yang paling jelas ada di provinsi Andalusia. Di tempat tersebut, berdiri dua kota yang menjadi arus bisu kejayaan Islam Spanyol: Granada dan Cordoba.
Kini menjadi kota yang dilindungi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Tentu saja, Granada dan Cordoba baik oleh Pemerintah Spanyol karena selain sebagai kota warisan, juga merupakan sumber pendapatan wisata yang sangat besar.
Granada
Meski lima abad telah berlalu sejak berakhirnya kejayaan Islam, pengaruh budaya Islam di Granada masih bisa dirasakan hingga kini. Terlihat dari arsitektur bangunan, pakaian, dan kehidupan sehari-hari masyarakat Granada.
Jalan-jalan yang sempit dengan arsitektur Timur Tengah, bau dupa oriental dari toko-toko dan kafe Arab, semuanya mengingatkan kamu pada semenanjung Arab.

Sumber gambar:  pw.org

Daya tarik utama Granada adalah komplek istana Alhambra yang terletak di atas bukit dekat Sierra Nevada. Istana Alhambra, yang juga berfungsi sebagai benteng, dibangun pada abad XIV oleh perwakilan dinasti Moorish terakhir di Andalusia.
Istana Alhambra mengusung tradisi dan budaya muslim pada masa itu. Sementara saat ini, Alhambra adalah salah satu tujuan wisata utama di Spanyol yang mampu menarik ribuan wisatawan, terutama umat Islam, dan merupakan bukti peradaban Islam di Spanyol.

Sumber gambar:  forbes.com

Meski umat Kristen Granada telah melakukan beberapa perubahan kecil di dalam istana, pondasi dan bentuk istana yang dulu di bangun oleh umat Muslim tetap dipelihara sampai hari ini. Bahkan, dinding benteng berwarna merah juga tetap sukses, dimana sebutan “al-hambra”, yang berarti merah dalam bahasa Arab, berasal. Dari atas istana Alhambra, kamu juga bisa menikmati pemandangan kota yang berbukit-bukit.

Sumber gambar:  spain-holiday.com


Saat ini, Granada adalah sebuah kota dimana komunitas Muslim terbesar di Spanyol tinggal. Kota ini juga merupakan rumah bagi besar imigran Muslim dari wilayah Afrika Utara dan Barat.
Cordoba
Kota sejarah peradaban Islam lainnya di Andalusia adalah Cordoba, didirikan sejak zaman kuno, lebih dikenal sebagai ibukota kekhalifahan Cordoba yang terkenal. Sekitar abad 10, Cordoba adalah salah satu pusat kebudayaan dan ekonomi dunia, dan mungkin kota terpadat di Eropa Barat.
Sumber gambar:  travelaroundtheglobe.com
Meski demikian, arsitektur peninggalan umat Islam terus menarik wisatawan untuk berkunjung ke Spanyol. Baru-baru ini, Cordoba diakui oleh UNESCO sebagai salah satu kandidat untuk pusat kota pada tahun 2016. Tidak seperti Granada, Cordoba terasa lebih Spanyol, nuansa Islam di sana tidak begitu kental.
Diantara beberapa bangunan peninggalan Islam di Spanyol, yang paling sentuh adalah Masjid Agung Cordoba (Masjid Agung), yang dibangun pada abad ke-8 oleh Emir Abdul Rahman. Saat ini, Masjid Agung Cordoba menjadi daya darik utama di kota tersebut, kamu akan mengingatkan kamu pada kejayaan Islam pada masa lalu.
Sumber gambar:  wikipedia.com
Pada awalnya, bangunan tersebut merupakan sebuah gereja Kristen, bukan sebuah masjid. Namun, salah satu khalifah Muslim pertama di Cordoba, Abd al-Rahman I, membangun masjid di dalamnya. Kemudian, para ulama terus membangunnya sampai berkembang menjadi salah satu masjid terbesar, dan telah menjadi salah satu simbol Islam di Spanyol.
Sumber gambar  mediterraneannetworks.weebly.com 


Setelah masa kejayaan Islam di Cordoba berakhir pada tahun 1236, masjid tersebut diubah kembali menjadi gereja Kristen. Jika diperhatikan, Masjid Agung Cordoba terlihat sangat indah dan terasa seperti dua agama telah bergabung dalam harmoni.
Beruntungnya, orang Spanyol sudah tercengang dengan kemegahannya, jadi mereka memutuskan untuk menjaga masjid itu dalam bentuk asli. Sekarang, bangunan tersebut berfungsi sebagai museum dan merupakan Situs Warisan Dunia UNESCO.

Sumber gambar:  theroamingboomers.com



Masa kejayaan Islam di Granada dan Cordoba telah berakhir sejak lebih dari 700 tahun yang lalu, tetapi warisan yang mereka tinggalkan tetap menawan.
Apakah Anda ingin berkeliling dunia?
Cari semua kebutuhan Anda untuk bepergian di satu tempat secara gratis dengan aplikasi Megatamatours.com! atau kunjungi http://www.megatamatours.com dan temukan produk tur, hotel, tiket penerbangan terbaik di sini.

Top image source : flicker.com